"Ya itu sebagai kritik boleh-boleh saja lah. Pers mengkritik pemerintah, pemerintah mengkritik pers," kata Muhaimin Iskandar di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Kritik terhadap media, menurut Muhaimin harus dipahami agar ke depan media lebih profesional, dan adil dalam melakukan pemberitaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh sederhana, menurut Cak Imin, pemberitaan soal pemulangan TKI. Secara bertahap TKI mulai dipulangkan, tapi gambar yang tayang di televisi terus-menerus memunculkan TKI yang menginap di jembatan di Arab Saudi.
"Itu kan jadi aspek ke pemberitaannya provokatif. Padahal yang di bawah jembatan sudah tidak ada, sudah dipulangkan dan diproses pindah ke KJRI. Tapi yang ditampilkan terus yang di bawah jembatan, seolah-olah masih ada," gugat Cak Imin.
Cak Imin pun berharap, apa yang disampaikan oleh Dipo Alam dimaknai sebagai kritik yang membangun bagi media.
"Tentu saya berharap apa yang disampaikan pak Dipo dimaknai sebagai kritik saja," tutup politisi PKB tersebut.
(anw/ndr)











































