"Hasil pemeriksaan tim pencari fakta BK, Akmal mengaku tidak pernah mengungkap ke media massa mengyangkut tudingan itu. Kita sudah menutup kasus itu dan berusaha untuk mendamaikan dengan Ketua DPRD Riau," kata Ketua BK Riau, Syamsuar dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/2/2011) di Pekanbaru.
Menurut Syamsuar, apa yang terjadi antara Sekwan dan Ketua DPRD Riau, sebenarnya urusan internal dewan. Karena itu tim pencari fakta yang bekerja, hanya bertugas untuk mendamaikan kedua belah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Syamsur, pihaknya akan menyesaikan masalah internal ini secara kekeluargaan antara Sekwan dengan Ketua DPRD Riau. "Kita akan mempertemukan kedua belah pihak. Dan kami yakin masalah ini bisa kami selesaikan sendiri," kata Syamsuar.
Perang urat syaraf keduanya ini, bermula dari ungkapan Akmal JS yang kabarnya sempat berbicara pada stafnya, bahwa Ketua DPRD Riau suka main perempuan di Jakarta. Lantas ungkapan itu menjadi pemberitaan hangat di sejumlah media massa lokal. Belakangan Akmal membantah tidak pernah mengungkapkan hal itu.
Sementara itu, pengacara Ketua DPRD Riau, Suhendro kepada detikcom, dalam masalah ini menyebutkan bahwa kliennya pada posisi terfitnah. "Akmal JS memang tidak pernah mengungkap masalah itu ke media massa. Yang kita pertanyakan sekarang, berarti Akmal menebar fitnah itu di depan staf karyawan di DPRD Riau," kata Suhendro.
Terkait atas fitnahan tersebut, lanjut Suhendro, pihaknya masih akan mempelajari lebih dalam masalah tersebut. Jalan terakhir yang akan dilakukan membawa tudingan Akmal JS ke ranah hukum.
"Di luar hasil verifikasi BK, kita juga melakukan pengumpulan bukti-bukti atas fitnahan tersebut. Fitnahan itu telah mencoreng nama baik Johar Firdaus dan keluarganya. Ini salah satu pertimbangan kita untuk menempuh jalur hukum," kata Suhendro.
(cha/fay)











































