Sebanyak 15 staf dan sejumlah pelajar Jepang dari sekolah bahasa asing yang beroperasi di gedung bertingkat itu diyakini ada di antara reruntuhan gedung tersebut. Demikian dilansir nzherald.co.nz, Rabu (23/2/2011).
Komandan polisi distrik Canterbury, Superintendent Dave Cliff, memperkirakan antara 80 hingga lebih 100 orang hilang di bangunan itu. Upaya evakuasi di gedung itu sempat dihentikan dengan alasan keselamatan. Inspektur Dave Lawry yakin 100 persen bahwa tidak ada yang selamat di gedung itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang bekerja pada asumsi bahwa setiap orang yang kita belum berhasil kita kontak ada di gedung itu, dan sekarang sudah di angka 15," ujarnya. Namun dia tidak bisa memastikan atau pun memberikan nama staf tersebut.
Mr Smith, seorang direktur perusahaan yang memiliki Otago Daily Times, menyatakan, dia pergi ke Christchurch hari ini untuk memberi dukungan kepada stafnya yang berkantor di CTV. Hal yang terpenting saat ini adalah bersama-sama dengan mereka yang selamat.
"Mereka kehilangan banyak teman, banyak kolega, banyak bakat dan hubungan seumur hidup. Mereka tidak bahagia. Ini sangat menyedihkan," ujarnya.
Sejumlah staf berada di CTV saat bangunan ambruk akibat gempa 6,3 SR terjadi. Mereka yang tak menjadi korban bercerita kepadanya apa yang terjadi. Para staf menggambarkan kepadanya bahwa mereka seperti "baru saja keluar dari film horor".
"Itu terlalu mengerikan untuk berpikir bahwa mereka bisa keluar dari reruntuhan dan ... orang-orang yang beberapa meter di belakang mereka tidak bisa. Mereka tidak tahu ke mana harus lari," ceritanya.
Saudara Smith, Julian, menyatakan, gedung CTV sebetulnya tahan gempa. "Jadi aneh bahwa semua gedung ambruk seperti ini," katanya pada NZPA.
(nrl/nvt)











































