Bara Hasibuan Minta Presiden Rombak Total Koalisi

Bara Hasibuan Minta Presiden Rombak Total Koalisi

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2011 13:31 WIB
Jakarta - Hasil voting hak angket pajak semalam makin memperkuat kebutuhan untuk dilakukannya perombakan total atas koalisi pemerintahan. Sikap yang ditunjukkan oleh Golkar dan PKS merupakan puncak dari perilaku oportunistis kedua partai itu dalam menggunakan Setgab sebagai forum untuk melayani kepentingan partai masing-masing.

"Koalisi sudah seharusnya dirombak. Perilaku anggota partai-partai pendukung hak angket yang tergabung di Setgab tidak gentle dan oportunis. Ini juga sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan Setgab saat ini sudah tidak efektif. Sudah waktunya koalisi dirombak total dan Setgab sebagai instrumen operasionalnya direstrukturisasi," ujar Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Bara Hasibuan dalam rilisnya ke detikcom, Rabu (23/2/2011).

Bara menegaskan terdapat indikasi kuat dan jelas bahwa hak angket ingin dipakai untuk melayani kepentingan pribadi saja. "Ini yang sangat tidak dapat diterima," katanya. Untuk itu, lanjutnya, "restrukturisasi koalisi juga untuk membersihkan koalisi dari oportunist politik tersebut," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahaya yang lain dari pembelotan anggota koalisi adalah kaburnya batasan benar-salah tindakan yang dilakukan oleh pemerintah. Jika pemerintah ditentang oleh temannya secara terus menerus, tentu saja ini akan menurunkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan program yang sedang dijalankannya. Artinya, tindakan partai-partai yang membelot tersebut secara langsung mendelegitimasi pemeritahan SBY. Tidak ada gunannya dipertahankan," jelas Bara.

"Ketidakmampuan Presiden untuk bertindak tegas kepada partai-partai itu juga makin meruntuhkan kewibawaan koalisi didepan publik," tambahnya.

Dengan begitu, Bara Hasibuan menyerukan kepada Presiden sebagai pemimpin koalisi untuk tidak menyia nyiakan kesempatan ini untuk merombak total koalisi demi kredibilitas dan perbaikan jalannya pemerintahan kedepan.

(gah/gah)


Berita Terkait