Negara-negara Bergegas Evakuasi Warga dari Libya

Negara-negara Bergegas Evakuasi Warga dari Libya

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2011 12:42 WIB
Negara-negara Bergegas Evakuasi Warga dari Libya
Tripoli - Situasi di Libya kian panas. Pemerintahan negara-negara di dunia pun bergegas mengevakuasi warga negara mereka dari negeri Afrika Utara itu.

Inggris mengerahkan kapal perang, HMS Cumberland ke wilayah lepas pantai Libya untuk bersiap-siap mengevakuasi warga Inggris.

Sementara dua kapal feri dari Turki telah tiba di Kota Benghazi untuk mengevakuasi sekitar 3 ribu warga Turki dari kota tersebut. Feri-feri itu diharapkan akan secepatnya berlayar menuju Turki begitu warga siap dievakuasi. Turki mengirimkan kapal feri tersebut beserta satu kapal militer setelah negeri itu tak bisa mendapatkan izin untuk mendaratkan pesawat di bandara di Kota Benghazi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Perdana Menteri Turki Cemil Cicek seperti dilansir Reuters, Rabu (23/2/2011) mengatakan, feri-feri Turki itu bisa membantu mengevakuasi hingga 6 ribu orang per hari jika otoritas Libya terus mengizinkan kapal-kapal itu berlabuh di Benghazi.

Sekitar 25 ribu warga Turki berada di Libya dan lebih dari 200 perusahaan Turki terlibat dalam proyek-proyek konstruksi senilai lebih dari US$ 15 miliar. Sejauh ini, Turki telah mengevakuasi lebih dari 2 ribu warganya.

Sementara sekitar 5 ribu warga Mesir telah kembali ke tanah air mereka dengan melalui perjalanan darat dari Libya. Sekitar 10 ribu warga Mesir lainnya masih menunggu untuk menyeberangi perbatasan Libya-Mesir.

Pemerintah Mesir juga mengirimkan enam pesawat komersil dan dua pesawat militer untuk memulangkan ribuan warganya yang berada di Libya.

Sedangkan Italia siap mengerahkan empat hingga lima pesawat C-130, kapal-kapal laut dan bahkan jika perlu, pasukan militer untuk membantu mengevakuasi warga Italia.

Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Belanda juga telah mendarat di Tripoli guna menjemput sekitar 100 warga Belanda. Sementara dua pesawat militer Jerman ikut mengangkut warga Eropa yang terjebak di Tripoli dan membawa mereka ke Valetta, Malta.

Ukraina, Bulgaria, Polandia dan Spanyol juga akan mengirimkan pesawat ke Tripoli guna mengevakuasi warga mereka. Sementara Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan, dua pesawat militer Prancis telah tiba di Tripoli guna menerbangkan warga Prancis.

Libya merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Akibat pertumpahan darah ini, banyak perusahaan minyak di negeri itu yang juga mengevakuasi para pekerja ekspatriat beserta anggota keluarga mereka.

(ita/nrl)


Berita Terkait