Korban terbanyak jatuh di kota kedua di Libya, Benghazi, yang terletak di sebelah timur negeri. Di kota inilah kekerasan paling banyak terjadi, kata jubir Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dilansir AFP, Rabu (23/2/2011). Di Benghazi, korban tewas dari kalangan sipil adalah 104 orang dan 10 orang tewas.
Sebelumnya, data yang dilansir dalam jumpa pers yang sedianya dilakukan oleh anak Khadafi, Seif al-Islam, 300 orang tewas namun korban militer hanya 58 orang.
Meskipun pembatasan pemerintah memperumit tugas kompilasi jumlah korban, Human Rights Watch mengatakan 233 telah tewas dalam bentrokan, sementara Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan jumlah korban jiwa antara 300 dan 400 orang.
Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan kutukan atas insiden yang terjadi di Libya. Sedangkan Muamar Khadafi dalam pidatonya yang penuh kemarahan semalam menyatakan, dia akan berjuang hingga darah penghabisan.
(nrl/nvt)











































