"Secara resmi kami terima hari ini," kata juru bicara Kemlu Michael Tene saat dihubungi detikcom, Rabu (23/2/2011).
Namun, Michael menjelaskan pemberitahuan dari Kedubes Libya sudah dilakukan sejak kemarin. "Jadi dia tidak menjabat sejak kemarin," tutupnya.
Sebelumnya selain Salaheddin, sejumlah Dubes Libya di negara lain seperti India juga mengundurkan diri. Mereka tidak mendukung langkah pemerintah di Tripoli yang menumpas pendemo.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri Libya, Abdel Fatah Yunes juga menyatakan mundur dari jabatannya. Dia bahkan menyerukan pasukan bersenjata untuk mendukung pemberontakan melawan pemimpin Moamar Khadafi.
"Saya mengumumkan pengunduran diri saya dari segala kewajiban saya dalam merespons revolusi 17 Februari," kata Yunes seperti dikutip dari televisi Al-Jazeera.
Pernyataan Yunes itu mengacu pada kekerasan yang pecah pekan lalu dalam melawan empat dekade pemerintahan Khadafi.
Dengan berseragam militer dan duduk di sebuah meja, dia menegaskan, "Kepercayaan total dengan rasa hormat kepada ketulusan tuntutan (rakyat Libya)."
"Saya meminta seluruh pasukan bersenjata untuk merespons juga tuntutan rakyat," imbuhnya.
(ndr/fay)











































