"Memang ada WNI kita yang belum berhasil dihubungi. Ada sekitar 300 WNI, 17 belum bisa dihubungi," ujar Kabid Penerangan dan Kebudayaan KBRI di Selandia Baru, Maria Renata, saat dihubungi detikcom, Rabu (23/2/2011).
Menurut Maria, pihak KBRI terus melakukan pemantaun dengan berkoordinasi dengan ketua organisasi masyarakat Indonesia di Christchurch. "Kami peroleh informasi tadi pagi. Sesuai informasi yang kami peroleh 17 WNI berdomisili di sekitar pusat kota Christchurch," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa 6,3 SR terjadi pada Selasa (22/2) kemarin di tengah hari, saat masyarakat sedang beraktivitas di luar rumah. Gempa ini sangat merusak karena pusat gempa hanya sedalam 4 km.
(did/nrl)











































