Sebanyak 15 anggota Dewan Keamanan mengutuk kekerasan dan penggunaan pasukan militer melawan penduduk sipil. Dewan juga menyesalkan represi terhadap aksi damai para demonstran dan mengucapkan penyesalan yang mendalam atas kematian ratusan penduduk sipil.
"Kami menekankan kebutuhan untuk memberi pertanggugjawaban atas serangan, termasuk oleh pasukan di bawah kontrol mereka, terhadap penduduk sipil," demikian pernyataan yang dirilis setelah konsultasi dan negosiasi selama 3 jam, seperti dilansir AFP, Rabu (23/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pertemuan, B Lynne Pascoe, yang berada di bawah Sekjen PBB untuk urusan politik mengatakan, staf PBB dan para saksi mata di Libya melihat aktivitas militer.
"Rakyat telah melihat banyak pesawat dan helikopter di atas kepala mereka. Mereka melihat tank. Mereka melihat penembakan yang terjadi di darat, mereka melihat beberapa penembak jitu," kata Pascoe.
Ibrahim Dabbashi, Wakil Duta Besar Libya mengatakan, pernyataan Dewan Keamanan PBB tidak cukup kuat, dan sejak Khadafi membuat pernyataan dengan kemarahan di televisi, penyerangan terhadap penduduk sipil mulai terjadi di Libya bagian barat. Dabbashi telah mundur dari jabatannya sebagai bentuk protes pada kekerasan Khadafi.
(lrn/nrl)










































