"Bagi saya, sudah sangat jelas bahwa pemerintah AS tidak tertarik akan perdamaian di Libya," kata Castro yang kini sudah berumur 84 tahun dan masih memimpin Partai Komunis Kuba, seperti dilansir AFP, Rabu (23/2/2011).
Washington, kata dia, "Tidak kan ragu-ragu untuk memerintahkan NATO untuk menyerbu negara kaya, mungkin dalam beberapa jam atau hari mendatang."
"Kita harus menunggu untuk melihat kebenaran atau kebohongan di balik laporan represi berdarah dari pemrotes yang telah memenuhi jalan-jalan dalam beberapa hari terakhir untuk menentang Khadafi," kata Castro sebagaimana tertulis dalam sebuah artikel di media pemerintah.
Kelompok aktivis HAM dan media Arab mencatat korban tewas dalam kerusuhan di Libya sampai saat ini yakni 200 dan 400 jiwa. Tentara Libya menjadi tertuduh utama dalam rangkaian kekerasan ini.
(lrn/nrl)











































