Angket Gagal, PKS Lebih Rawan Kena Reshuffle Ketimbang Golkar

Angket Gagal, PKS Lebih Rawan Kena Reshuffle Ketimbang Golkar

- detikNews
Rabu, 23 Feb 2011 06:09 WIB
Jakarta - Gagalnya pengusungan hak angket DPR tentang perpajakan dinilai akan berimbas pada reshuffle kabinet terhadap menteri yang partainya membelot dari kesepakatan koalisi. PKS dinilai lebih rawan terkena reshuffle ketimbang Partai Golkar.

Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai, PKS lebih riskan karena secara kekuatan elektoral (jumlah kursi di parlemen) tidak sekuat Golkar. Belum lagi secara ideologi, Golkar yang nasionalis masih tetap dibutuhkan ketimbang PKS.

"Di koalisi, partai islam sudah ada diwakili PPP," kata Yunarto saat dihubungi detikcom, Rabu (23/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih, katanya, tanpa PKS koalisi juga masih tetap menguasai lebih dari 50 persen kursi parlemen. "Apalagi ada isu akan ditariknya Gerindra ke koalisi," kata Yunarto.

Mengenai Golkar, Yunarto mengatakan, Presiden SBY nampaknya belum berani mengambil sikap tegas terhadap partai yang juga pernah bermanuver pada angket kasus Bank Century itu.

"SBY itu sangat menjaga, tidak berani ekstrim, saya tidak melihat kemungkinan Golkar akan ditendang," kata dia.

Dia juga tidak membaca partai pimpinan Aburizal Bakrie itu akan mundur dengan sendirinya dari koalisi. "Tidak ada sejarahnya Golkar keluar dari sistem," ujarnya.

(lrn/did)


Berita Terkait