Liga Arab memutuskan untuk "menyetop pemerintah Libya berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan Liga Arab dan seluruh badan yang berafiliasi dengannya, sampai otoritas Libya merespons tuntutan, menjamin keamanan dan stabilitas rakyatnya," demikian pernyataan Liga Arab seperti dikutip AFP, Rabu (23/2/2011).
Pertemuan Maret mendatang juga akan memutuskan apakah Libya "memenuhi komitmennya terhadap piagam Liga Arab sehubungan dengan keanggotaannya," demikian pernyataan setelah pertemuan krisis dari perwakilan permanen di Kairo.
22 Badan Anggota mengatakan, "Ambisi rakyat Arab adalah untuk kebebasan, reformasi demokratis, perkembangan dan keadilan adalah sah dan harus dihargai."
Pertemuan ini diadakan seiring dengan protes yang menyebar di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara yang menuntut perubahan demokratis, setelah dua pemberontakan menjatuhkan presiden Mesir dan Tunusia. Protes masih mengamuk di Libya, di mana ratusan orang tewas dan sejumlah lain luka-luka sejak 15 Februari lalu.
(lrn/lrn)











































