12 Politisi PPP Tidak Hadiri Voting Angket Mafia Pajak

12 Politisi PPP Tidak Hadiri Voting Angket Mafia Pajak

- detikNews
Selasa, 22 Feb 2011 22:52 WIB
12 Politisi PPP Tidak Hadiri Voting Angket Mafia Pajak
Jakarta - Jantung para politisi penolak hak angket dag dig dug. Hati mereka tidak tenang, was-was. Suasana batin yang tidak menentu itu makin diperparah setelah mengetahui ada 12 anggota PPP tidak hadir di sidang paripurna. Padahal, hitung-hitungan suara antara pengusul hak angket dan penolak sangat ketat. Mengapa 12 politisi PPP tidak hadir?

Voting secara terbuka penentuan hak angket Mafia Pajak dalam sidang paripurna DPR di gedung DPR, Selasa (22/2/2011) malam berbuah kegagalan untuk para politisi di barisan pendukung hak angket. Suara mereka hanya berbeda tipis, hanya selisih 2 suara. Pendukung angket mendapat 264 suara, sedangkan penolak angket memperoleh 266 suara.

Berdiri di barisan pendukung hak angket adalah Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi PDIP, Fraksi PKS, dan Fraksi Hanura. Sedangkan berdiri di barisan penolak hak angket adalah Fraksi PD, Fraksi PAN, Fraksi PPP, Fraksi PKB, dan Fraksi Gerindra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi yang didapatkan detikcom dari salah seorang politisi penolak angket, hasil hitung-hitungan di atas kertas, bila semua politisi hadir dalam rapat paripurna, maka penolak angket dipastikan menang, meski dengan selisih suara tidak banyak. Karena itulah, mereka cukup percaya diri saat digelar voting secara terbuka untuk menentukan hal itu.

Namun, saat voting digelar, ternyata ada yang tidak beres di jajaran Fraksi PKB dan Fraksi PPP. Sebelumnya, kelompok penolak angket memperkirakan hanya ada satu orang dari PKB yang membelot ke kelompok pendukung angket. "Tapi ternyata ada dua orang yang membelot, yaitu Lily Wahid dan Effendy Choirie," kata sumber itu.

Yang lebih mengagetkan adalah tidak solidnya para anggota Fraksi PPP. Ada 12 anggota FPPP yang tidak menghadiri voting tersebut. Kondisi ini yang membuat para politisi penolak hak angket kelimpungan. Tanpa kehadiran 12 politisi PPP, usulan dibentuk hak angket bisa jadi kenyataan.

Karena itu, ketidakhadiran 12 politisi PPP ini akan dipertanyakan oleh para parpol koalisi penolak hak angket. "Kami akan mempertanyakan  kepada pimpinan PPP mengapa politisinya tidak hadir," kata sumber itu.

Tapi ternyata nasib baik tetap menaungi para penolak hak angket. PDIP yang diperkirakan solid, ternyata bercelah. "Ada 9 politisi PDIP yang tidak hadir. Ini kunci kemenangan kami, selain solidnya Gerindra mendukung kami," kata politisi penolak angket tersebut.

Berikut data voting yang dihimpun di gedung DPR:

Pendukung Hak Angket


Partai Golkar : 106 suara  (semua anggota FPG hadir)
PKS                : 56 suara  (1 anggota FPKS tidak hadir)
PDIP              : 84 suara (9 anggota FPDIP tidak hadir)
PKB                : 2 suara (Lilly Wahid dan Gus Choi)
Hanura          : 16 suara (1 anggota Fraksi Hanura tidak hadir)

Penolak Hang Angket


Partai Demokrat: 145 suara  (3 anggota FPD tidak hadir, termasuk Angelina Sondakh dan almarhum Adjie Massaid)
PAN       : 43 suara (3 anggota FPAN tidak hadir)
PPP       : 26 suara  (12 anggota FPPP tidak hadir)
PKB           : 26 suara (2 suara membelot dan mendukung hak angket)
Gerindra      : 26 suara (semua anggota Fraksi Gerindra hadir)

(asy/gah)


Berita Terkait