"Semua orang tahu senior saya adalah Akbar Tandjung. Semua orang tahu itu. Bagi yang berkhianat, diam saja," ujar Ruhut di rapat angket pajak di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011).
Ucapan Ruhut diinterupsi Gandung. "Interupsi pimpinan, ini maunya apa?" kata Gandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Ruhut disahut beberapa anggota dewan. "Kelamaan!"
Ruhut lalu mengatakan, "Hati boleh panas. Tapi kepala tetap dingin kawan," tutur Ruhut.
"Kita tahu KPK sedang menangani masalah perpajakan," kata Ruhut lagi.
Gandung menimpali lagi, "Ini mau dibawa ke mana?"
Ketua DPR Marzuki Alie menegur Gandung. "Saudara Gandung saya peringatkan Anda. Kalau Anda tidak segera diam, saya persilakan Anda keluar," tegas Marzuki.
"Setuju, keluar saja. Kelamaan ngomongnya," kata beberapa anggota dewan.
Gandung kemudian bersiap-siap keluar. Namun dia didatangi temannya agar menahan diri untuk tidak keluar. Gandung pun lalu tidak jadi keluar.
"Mohon bersabar teman-teman. Biarkan Poltak berbicara. Penanganan hukum diselesaikan oleh aparat penegak hukum. Demokrat secara tegas menolak hak angket," kata Ruhut.
(nik/fay)










































