Jerman
Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengatakan semua warga negara Jerman harus meninggalkan Libya. Kementerian Luar Negeri Jerman akan membantu kepulangan mereka jika perlu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yunani melihat perkembangan Libya dan siap sedia memulangkan warga negaranya yang secara resmi meminta dievakuasi. Yunani akan mengirimkan pesawat militer C-130 untuk mengevakuasi warganya.
Itali
Kemlu Itali mengatakan akan mengirim satu pesawat pada hari Selasa ini untuk mengevakuasi warganya.
Belanda
Belanda akan mengevakuasi warganya dari Libya dengan pesawat militer hari Selasa ini. Ada 150 WN Belanda di Libya.
"Kita akan melakukan apa saja untuk bisa mendaratkan pesawat di sana. Kita selalu kontak dengan Tripoli. Kita perkirakan pesawat akan tiba di Libya besok dan segera akan membawa warga Belanda," ujar Menlu Belanda Uri Rosenthal.
Turki
Total ada 25 ribu WN Turki bekerja di Libya. Sekitar 600 WN Turki yang akan dievakuasi dari Benghazi, di mana banyak perusahaan Turki beroperasi. 250 WN Turki lainnya akan dievakuasi dengan bus dari sebelah timur Libya ke Kota Alexandria, Mesir.
Menteri Perdagangan Luar Negeri Turki Zafer Caglayan mengatakan bahwa para penjarah menyasar perusahaan Turki, mayoritas perusahaan konstruksi, yang mempunyai proyek di Libya sekitar US$ 15 juta.
AS
AS memerintahkan warganya yang bukan merupakan 'personel darurat' untuk meninggalkan Libya. Kemlu AS juga mewanti-wanti keluarga dari staf kedutaan besarnya untuk meninggalkan Libya, karena kemungkinan akan terjadi protes, kekerasan dan penjarahan beberapa hari ke depan.
Yaman
Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh telah menginstruksikan maskapai nasionalnya untuk terbang ke Libya mengevakuasi warga negara Yaman.
Selain negara asing, perusahaan asing berskala multinasional juga mengevakuasi karyawannya di Libya. Seperti Siemens, Russian Railway dan Yara.
"Kita akan mengatur untuk menerbangkan karyawan kita keluar Libya, ada sekitar 100 karyawan di sana, utamanya di Tripoli," ujar jubir Siemens.
Sementara Russian Railway, perusahan kereta api milik Rusia akan mengirimkan perwakilannya ke Libya untuk mengorganisasi karyawannya. Ada sekitar 204 pegawai Russian Railways yang sedang membangun jalur kereta dari Sirte ke Benghazi.
Yara, perusahaan pupuk dari Norwegia juga menutup perusahaan joint venture-nya Lifeco di Libya karena bisa membahayakan 1.200 karyawannya.
Bagaimana keselamatan 875 WNI di sana? Aman. Karena itulah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) belum merencana mengevakuasi mereka.
"875 WNI yang terdata oleh perwakilan kita. Sebagian besar TKI formal sekitar 500-600, 130 mahasiswa dan sisanya TKI informal," kata Direktur Perlindungan WNI Tatang Razak saat dihubungi detikcom, Selasa (22/2/2011).
(nwk/nrl)











































