"Tindakan untuk rumah rusak itu nanti, masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kita belum tahu seperti apa," tegas Endah Tri Wahyuni di sela-sela kunjungannya di huntara Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2011).
Endah mengakui, Pemda masih mengalami kesulitan untuk menentukan kriteria rumah rusak ringan, sedang atau berat. Sekda Pemkab Magelang Utoyo pun mengatakan pihaknya telah menginventarisasi kerusakan akibat banjir lahar dingin meliputi rumah sawah dan jembatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pembangunan jembatan, Utoyo mengungkapkan tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat karena kondisi yang belum stabil. Padahal, pembangunan menggunakan semen dan beton membutuhkan waktu lama untuk kering, agar menjadi kokoh. Pembangunan pun harus menunggu material lahar dingin habis dan musim hujan berakhir.
Berdasarkan data, jumlah rumah rusak akibat erupsi Merapi di Kecamatan Dukun mencapai 159 unit. Jumlah rumah rusak akibat terjangan lahar dingin mencapai ribuan rumah. Sekretaris Kecamatan Dukun, Widodo mengungkapkan kebanyakan rumah yang rusak itu, telah diperbaiki secara bergotong royong oleh warga setempat.
(fay/fay)










































