Menurut Dirjen Departemen Tenaga Kerja Jirasak Sukonthachart, hingga kini tidak ada laporan warga Thai yang terluka atau terbunuh akibat kericuhan di negara di Afrika Utara itu. Demikian dilansir Bangkok Post, Selasa (22/2/2011).
Lebih 10 ribu warga Thai bekerja dan hidup di dua kota besar di Libya, Benghazi dan Tripoli. Jumlah ini lebih banyak dibanding WNI yang kurang dari 1.000 orang. "Mereka saat ini berada di wilayah yang aman," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 30 perusahaan yang mengirim warga Thai bekerja ke Libya. Sejumlah perusahaan bermaksud mencarter satu pesawat untuk mengangkut 50 pekerja Thai kemarin, namun pesawat tidak bisa mendarat karena kerusuhan.
(nrl/nvt)











































