Tetap Ada yang Mengurus Visa di Kedubes Libya

Tetap Ada yang Mengurus Visa di Kedubes Libya

- detikNews
Selasa, 22 Feb 2011 16:25 WIB
Tetap Ada yang Mengurus Visa di Kedubes Libya
Jakarta - Situasi di Libya saat ini tengah memanas menyusul demonstrasi besar menentang kepemimpinan Presiden Moammar Khadafi. Meski begitu, di Indonesia hal ini sama sekali tidak menyurutkan niatan orang-orang yang hendak mengurus visa ke Libya.

"Di sini tetap buka. Dari jam sembilan pagi sampai jam tiga sore. Dan tetap ada juga yang mengurus visa," ujar Brigadir Heru, petugas Kepolisian yang setiap harinya menjaga Kedubes Libya kepada detikcom, di Kedubes Libya, Selasa (22/2/2011) sore.

Heru mengatakan, setiap harinya, orang yang mengurus visa di Kedubes Libya jumlahnya memang tidak menentu. Namun, dia memastikan dalam beberapa hari terakhir, tetap ada orang yang mengurus visa ke Kedubes Libya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlahnya, ya, nggak terlalu banyak. Seminggu itu ada dua atau tiga," papar petugas Kepolisian Polda Metro yang telah empat tahun ditempatkan khusus untuk menjaga Kedubes Libya ini.

Berdasarkan penuturan Heru, aktivitas di Kedubes Libya juga berjalan biasa-biasa saja meski di negeri asalnya tengah bergejolak. Begitu juga dengan pengamanannya, tidak ada penambahan personil secara khusus.

Kedubes Libya yang beralamat di Jl Kintamani II BI C no 17 kav 6-7 blok c unit 7 Setiabudi, Jaksel, memang terpantau cukup sepi. Berbeda dengan kedubes negara besar yang berada di pinggir jalan raya, Kedubes Libya terletak di suatu komplek perumahan.

Bentuk bangunan Kedubes Libya juga lebih mirip rumah besar ketimbang suatu kantor kedutaan asing. Tepat di depan Kedubes Libya, terdapat penjual nasi warteg dengan lapaknya yang cenderung tidak terawat.

Seperti diberitakan, sejumlah diplomat Libya di luar negeri membelot dari kepemimpinan Moammar Khadafi. Salah satu di antaranya adalah Dubes Libya di Jakarta.

The Guardian edisi Selasa (22/2/2011) melansir, selain Dubes Libya di Jakarta, dubes yang menarik dukungan kepada Khadafi adalah Dubes di China, India dan Polandia. Mereka membelot sebagai bentuk protes atas kekerasan rezim Khadafi kepada pendemo.

Diplomat lainnya yang melakukan hal serupa adalah diplomat di Liga Arab dan misi Libya di PBB. Dubes Libya di AS juga dikabarkan mundur. Sebelumnya, dua pilot jet tempur Libya mendarat di Malta. Satu di antaranya meminta suaka politik. Mereka membelot karena disuruh menembaki demonstrans anti-Khadafi.

(fjr/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads