Simpatisan PDIP Yogya Gelar Aksi Cap Jempol Darah Dukung Mega

Simpatisan PDIP Yogya Gelar Aksi Cap Jempol Darah Dukung Mega

- detikNews
Selasa, 22 Feb 2011 15:29 WIB
Yogyakarta - Ratusan simpatisan PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar aksi cap jempol darah. Hal ini untuk memberikan dukungan kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dipanggil KPK.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, sekitar dua ratus simpatisan PDIP Yogyakarta mendatangi kantor DPD PDIP di Jl Tentara Rakyat Mataram, Yogyakarta. Mereka mengenakan kaos berwarna hitam atau merah bergambar banteng, Selasa (22/2/2011).

Sesampainya di kantor DPD para simpatisan kemudian antre untuk mengambil jarum sekali pakai. Setelah mengambil jarum itu mereka membersihkan jempol mereka dengan menggunakan alkohol. Kemudian mereka menusukan jarum ke jempol mereka, setelah darah keluar mereka menempelkan jempol mereka ke kain putih sepanjang 3 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai melakukan cap jempol darah mereka membubuhkan tandatangan. Secara bergantian mereka melakukan aksi ini. "Aksi ini spontan, ini sebagai bentuk dukungan warga PDIP yang tidak rela ketua umumnya diperiksa KPK," kata Sekretaris Umum DPD PDIP DIY Bambang Praswanto.

Bambang menyatakan, pemanggilan Megawati adalah upaya politisasi hukum. Menurutnya, PDIP Yogyakarta akan membuka posko penegakan kehormatan untuk menggalang dukungan simpatisan PDIP.

"Kami tidak rela sebab pemanggilan ini adalah upaya politisasi hukum," tegasnya,

Aksi cap jempol darah ini juga dihadiri oleh anggota dewan dari fraksi PDIP provinsi maupun kabupaten kota. Terlihat hadir juga Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu. Hingga pukul 15.00 WIB aksi ini masih berlangsung.

Sebelumnya, Mega dikirimi surat pemanggilan untuk menjadi saksi meringankan (ad charge). Mega dipanggil berdasarkan permintaan dari tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI Miranda Goeltom. yang kebetulan berasal dari PDIP, Poltak Sitorus dan Max Moein, bukan keinginan KPK.

Namun Mega tidak menghadiri panggilan KPK karena Mega tak tahu sama sekali soal kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI yang menjerat sejumlah politisi PDIP tersebut.

(nal/fay)


Berita Terkait