"Mereka mengatakan ada pembantaian di beberapa kota-kota dan lingkungan dari Libya. Kita harus berjuang melawan desas-desus dan kebohongan yang merupakan bagian dari perang psikologis," demikian bunyi running text berwarna merah di televisi Al-Jamahiriya Dua, seperti dilansir dari AFP, Selasa (22/2/2011).
Ditambahkan Al Jamahiriya Dua, informasi yang beredar tersebut, 'bertujuan untuk menghancurkanΒ moral dan stabilitas'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan keamanan Libya dan massa demonstran kembali bentrok di ibukota Tripoli, setelah pemerintah Kolonel Muammar Khadafi mengumumkan langkah pemberangusan baru. Saksi mata mengatakan pesawat tempur menembaki demonstran di Tripoli.
Di sebelah selatan ibukota, sumber-sumber mengatakan tentara tengah bertempur menghadapi pasukan yang setia kepada Kolonel Khadafi, yang tampaknya mengalami kesulitan untuk mempertahankan kendali kekuasaan.
(nwk/nrl)











































