Demikian target yang ditetapkan Presiden SBY kepada Gubernur DKI Fauzi Bowo. Hal itu dia sampaikan dalam penutupan rapat pematangan rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi 2025 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/2/2011).
"Kemacetan lalu lintas di Jakarta harus teratasi sebelum 2020 dan perbaikan yang siginifikan harus bisa rakyat rasakan sebelum 2014," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mudah memang mengatur lalu lintas Jakarta. Perlu menajemen yang tepat. Belajarlah dari negara lain, mengapa tidak? Ini pekerjaan besar, tidak mungkin Pak Gubernur kerja sendiri, perlu kerja sama pusat dan daerah. Jangan lagi saling salah menyalahkan," ujar SBY.
Salah satu kunci memecahkan kemacetan lalu lintas Jakarta, adalah ketersediaan moda angkutan umum massal yang mumpuni dan perluasan badan jalan raya. Maka perlu ada percepatan dan perluasan pekerjaan isudah dirintis selama 10 tahun terakhir, namun tidak tuntas akibat masalah yang semestinya bisa diselesaikan cepat.
Sejumlah titik pangkal masalah penghambat harus diperbaiki. Mulai dari memilih calon investor yang benar-benar kredibel melaksanakan komitmennya dan sikap yang tegas kepada para spekulan tanah.
"Jangan ada lagi pembangunan jalan terhambat gara-gara ada 100 meter lahan yang belum dibebaskan. Kebangetan kalau tinggal 100 meter lalu mintanya Rp 5 milyar per meter. Meski dalam era kebebasan, tapi saya rasa tidak tepat juga. Namun saya juga tidak suka bila rakyat mendapatkan ganti rugi yang rendah," imbuh SBY.
Gubernur Fauzi Bowo yang ditemui seussai acara menyatakan dirinya siap melaksanakan tanggung jawab sebesar itu. Khusus untuk mengejar target perbaikan siginifikan di 2014, dirinya akan menyempurnakan kembali program busway.
"Yang pasti koridornya akan ditambah. Kita juga akan terapkan sistem traking elektronik agar antrian bus tidak terlalu lama dan bisa cepat dipindakan ke koridor lain yang sedang padat," jawab Foke.
Program penuntasan kemacetan lalu lintas Jakarta, merupakan satu dari tiga program prioritas yang diputuskan dalam rencana induk perpecatapan dan perluasan pembangunan ekonomi 2025. Dua program prioritas lain adalah penciptaan lapangan kerja dan meninggkatkan surplus beras. (lh/irw)











































