Bobol Delegasi RI, Kepala Intelijen Korsel Didesak Mundur

Bobol Delegasi RI, Kepala Intelijen Korsel Didesak Mundur

- detikNews
Selasa, 22 Feb 2011 15:07 WIB
Seoul - Kabar pembobolan kamar dan laptop delegasi Indonesia di Seoul berdampak serius di Korsel. Sejumlah pihak mendesak Kepala Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel Won Sei-Hoon mundur atas pemberitaan media bahwa anggotanya terpergok mencoba mencuri data dari delegasi Indonesia.

Won Sei-Hoon adalah orang kepercayaan Presiden Lee Myung-Bak, yang memimpin NIS sejak dua tahun lalu.

Desakan mundur datang dari politisi oposisi, partai yang berkuasa yaitu Grand National Party (GNP) maupun tajuk rencana sejumlah harian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini memalukan....dan saya harap Direktur NIS mundur," kata seorang pucuk GNP, Hong Joon-Pyo, dalam akun Twitternya hari ini sebagaimana dilansir AFP, Selasa (22/2/2011).

Tajuk rencana koran Chosun Ilbo mengungkapkan keprihatinan bahwa Korsel bisa kehilangan deal penjualan senjata senilai 1 miliar dolar karena kesalahan "absurd" oleh intelijen NIS.

"Presiden harus mereshuffle kepempimpinan di NIS atau meminta mereka diam untuk kepentingan nasional bila dia (Presiden) tidak mau melakukannya," tulisnya.

Harian Dong-A Ilbo juga mendesak Won mundur dan dalam editorialnya menyebut pembobolan kamar delegasi RI itu sebagai "sebuah malu nasional dan kesalahan diplomatik."

Sedangkan editorial surat kabar JoongAng Ilbo mengatakan, "Kami tercengang atas kualitas kegiatan intelijen kita, khususnya di bila dihadapkan dengan ancaman militer Korea Utara." Sementara di Indonesia, masalah ini telah dianggap beres. Pasalnya, di laptop yang sempat dibawa oleh 3 orang yang "salah masuk kamar" itu, tidak ada data penting yang perlu dikhawatirkan.
(nrl/vit)


Berita Terkait