"Kita nanti koordinasi dengan Polres cara pemanggilannya, penerjemahnya. Kita juga nggak tahu dia warga negara apa. Itu kan kata keluarganya warga Amerika, tapi keluarganya sendiri nggak pernah ketemu," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol H Sianturi saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Timbul, Jakarta Selatan, Selasa (22/2/2011).
Sianturi mengatakan, hingga kini polisi masih belum mendapatkan alamat Clark di Cilegon. Keluarga juga tidak punya alamat Clark. Begitu juga dengan sopir Clark yang menjemput Agnes ke rumahnya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi sudah memeriksa 6 orang saksi terdiri dari keluarga Agnes, satpam yang menemukan mayat Agnes di TKP, dan seorang pemulung yang melintas di TKP. Polisi juga tengah mengupayakan penggunaan IT dalam mencari pelaku.
"Kita coba print out nanti dia berhubungan sama siapa (HP). Kita tetap masih bekerja sebaik mungkin," ungkapnya.
Jasad Agnes ditemukan di selokan Jl Joe, Jagakarsa, tak jauh dari kediamannya di Lenteng Agung, pada Minggu, 13 Februari. Diduga Agnes diperkosa, dirampok dan dibunuh.
(gus/nrl)











































