Dokumen Pertemuan 6 Mei Sudah Lama Beredar

Dokumen Pertemuan 6 Mei Sudah Lama Beredar

- detikNews
Selasa, 18 Mei 2004 22:01 WIB
Jakarta - Dokumen pertemuan 6 Mei menjadi pembicaraan hangat di kalangan aktivis mahasiswa. Kabarnya, dokumen tersebut sudah lama beredar."Aku sudah lama tahu adanya dokumen pertemuan tersebut. Namun nama-nama yang ada tidak ada yang aku kenal," kata Masinton, aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) kepada detikcom, Selasa (18/5/2004).Sepengetahuan mantan aktivis 1998 ini, pertemuan tersebut memang digelar di rumah salah satu menteri kabinet Megawati. Siapa menteri tersebut, Masinton hanya mau menyebut inisial Y.Menurut Masinton, motivasi mereka yang datang ke pertemuan tersebut dapat dilihat dari kondisi pada tanggal 12 Mei 2004. Pada hari itu, kata Masinton, tidak banyak kelompok atau elemen mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Kalau pun ada, sambungnya, mereka adalah kelompok-kelompok yang dikenal konsisten menentang militerisme dan pendukungnya."Padahal menurut dokumen itu hadir 43 mahasiswa dari 26 elemen. Kemana mereka semua? Jadi jelas motivasi mereka yang datang. Sebab dalam pertemuan itu mengucur dana yang tidak kecil," ungkap Masinton.Pernyataan yang sama disampikan salah seorang aktivis Famred bernama Oki. Oki juga membantah hadir dalam pertemuan itu. Seperti Masinton, Oki juga mengaku tahu adanya pertemuan tersebut. "Bahkan kabarnya nama saya disebut-sebut hadir dalam pertemuan itu," tutur Oki.Sedangkan aktifis Forum Kota, Adian Napitulu, mengatakan tidak diuntungkan oleh adanya pertemuan tersebut. Pertemuan tersebut menurut Adian telah menyudutkan gerakan mahasiswa yang memang concern menolak militerisme."Saya curiga pertemuan itu digalang lewat oportunis sejati. Dia mendekati teman-teman mahasiswa, setelah itu hasilnya dibocorkan ke Wiranto. Jadi kanan kiri dia dapat duit," tutur Adrian.Namun siapa dia, Adian tidak mau menyebut nama. Yang jelas, kata dia, orang tersebut mantan aktivis mahasiswa dan juga dekat dengan orang parpol. "Repotnya mahkluk macam ini sangat banyak di negeri ini," kata Adian. (jon/)


Berita Terkait