"Ini tidak benar, sehingga mengundang informasi menyesatkan. Tidak ada pembongkaran kuburan, saya sampaikan ke saudara yang di sini, ini isu belaka," ujar Junaedi dengan pengeras suara di pemakaman di Prumpung, Selasa (22/2/2011).
Sebelum Junaedi, Ketua rukun tetangga (RT) Nurohman pun sempat berbicara hal yang sama. Dengan berapi-api melalui pengeras suara dia meminta warga kembali ke rumah masing-masing, namun tetap saja warga cuek menanggapi imbauan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga memang terpancing isu dari mulut ke mulut yang mengatakan mendengar tangisan dari dalam kuburan Desi. Padahal seperti sudah disampaikan Wakil Lurah Cibesut Bambang N, Desi (15) meninggal karena sakit. Aparat kelurahan pun sudah memasang triplek bertuliskan 'Makam Tidak Akan Dibongkar' di dekat makam Desi.
Sementara itu warga semakin banyak berdatangan. Bahkan tidak sedikit pelajar yang baru pulang dari sekolah dan masih mengenakan seragam. Akibat warga yang menyemut ini lokasi pemakaman banyak bertebaran sampah, juga banyak makam yang sudah rusak. Belum lagi pedagang yang ikut masuk ke area makam. (ndr/ken)










































