The Guardian edisi Selasa (22/2/2011) melansir, selain Dubes Libya di Jakarta, dubes yang menarik dukungan kepada Khadafi adalah Dubes di China, India dan Polandia. Mereka membelot sebagai bentuk protes atas kekerasan rezim Khadafi kepada pendemo.
Diplomat lainnya yang melakukan hal serupa adalah diplomat di Liga Arab dan misi Libya di PBB. Dubes Libya di AS juga dikabarkan mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubes Libya di India yang turut mundur, Ali al-Essawi, menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk turun tangan karena pemimpin Libya membubarkan pendemo dengan jet tempur.
"Saya serukan pada lima anggota Dewan Keamanan PBB. Sekarang adalah waktu untuk melindungi rakyat Libya," katanya di New Delhi, seperti dilansir Reuters. Essawi juga berharap makin banyak diplomat yang mundur seperti dirinya.
Sementara itu, Kedubes Libya di Kuala Lumpur, turut mengecam penumpasan pendemo oleh Khadafi.
"Kami mengutuk dengan keras pembantain barbar, kriminal dan penghapusan total warga sipil yang tidak bersalah," demikian bunyi statemen Kedubes Libya di Malaysia setelah diduduki oleh sekitar 200 pendemo anti-Khadafi.
(nrl/vit)











































