Pria yang juga Juru Bicara Partai Demokrat itu tampak duduk di tangga yang berada di depan ruang sidang paripurna di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011). Saat itu, sidang paripurna sedang diskors.
Dengan muka memelas, Ruhut meminta setiap anggota DPR yang melintas agar tidak meloloskan hak angket mafia pajak yang diusung sejumlah orang itu. "Tolonglah Pak, tolak hak angket," kata Ruhut dengan logatnya yang khas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa anggota DPR yang lain juga hanya tersenyum sambil melambaikan tangan, tidak ada kata-kata yang mereka ucapkan. Sementara Ruhut tampak mengangkat tangan seperti ingin merajuk.
"Tolak hak angketlah, Pak," kata Ruhut mengulangi permintaannya. Kali ini, dengan wajah yang tersenyum lebar. Aksi Si Poltak ini kontan membuat sejumlah anggota DPR terbahak. Beberapa kali, temannya sesama anggota dewan tampak menghampirinya.
Mereka mengajak Ruhut bersalaman dan mengobrol beberapa saat. Setelah rekan-rekannya masuk ke ruang sidang paripurna, Ruhut masih terus duduk di tangga yang berada di depan ruangan tersebut. Namun Ruhut sudah tidak meminta teman-temannya menarik dukungan terhadap hak angket mafia pajak.
(ken/asy)











































