Sedikitnya 3 staf, termasuk kepala keamanan Haled al Ashtyari, terlihat meninggalkan kantor kedutan di Attard, Malta, demikian dilansir kantor berita DPA, Senin (21/2/2011) waktu setempat. Mereka bergabung bersama ratusan warga Libya yang berdemo di luar kedubes.
Jubir Kedubes menyatakan, tiga orang itu berpangkat rendah dan bukan pejabat Kedubes.
Pendemo, yang sebagian membawa poster bertuliskan "HAM bagi rakyat Libya" juga mendesak Duta Besar Libya di Malta untuk lengser dan mendesak bendera Libya yang berkibar di depan kantor kedubes, yang diperkenalkan oleh Khadafi setelah kudeta berdarah pada 1969, diganti dengan bendera Libya era monarki.
Malta secara geografis adalah negara yang paling dekat dengan Uni Eropa.
Sementara itu, Khadafi beberapa detik muncul di televisi hari ini. Sembari membawa payung untuk melindungi hujan, Khadafi menyangkal dia kabur ke Venezuela seperti yang disampaikan Menlu Inggris William Hague.
Sementara itu, pembelotan diplomat telah terjadi. Deputi Duta Besar Libya di PBB, Dubes Libya di AS, telah menarik dukungan kepada Khadafi dan menyerukan pria yang melakukan kudeta saat berusia 27 tahun dan berpangkat kapten itu untuk lengser. Dua pilot pesawat tempur juga menolak menembaki para pendemo dengan mendarat di Malta. Salah satu di antaranya meminta suaka politik.
(nrl/vit)











































