"Banyak korban yang mungkin tewas, banyak juga yang luka-luka. Akan banyak orang di kota ini yang sedih," kata Parker seperti dikatakannya pada Televisi Australia yang dilansir Reuters, Selasa (22/2/2011).
Suasana berantakan juga terlihat saat sejumlah helikopter tampak terbang rendah di atas kota. Helikopter-helikopter itu tampak menjatuhkan plastik besar berisi air untuk mencoba memadamkan api yang membakar sebuah gedung perkantoran yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah setempat telah memerintahkan sejumlah rumah sakit untuk menyiapkan ruangan untuk para korban gempa. Belum bisa dipastikan ada berapa korban tewas dan luka dalam peristiwa yang terjadi saat makan siang tersebut. Ambulans masih terus hilir mudik di setiap penjuru kota terbesar kedua Selandia Baru itu.
"Seorang perempuan berpegangan padaku agar tidak jatuh, tapi kami terdorong dan terpisah. Jalan Colombo yang merupakan jalan utama, sangat berantakan. Ada banyak air di mana-mana menyiram tanah lapang," kata John Gurr, seorang teknisi kamera yang sedang berada di pusat kota saat goncangan terjadi.
Gempa kuat ini merupakan yang kedua kalinya dalam lima bulan terakhir. Selain meruntuhkan gedung, gempa juga memicu kebakaran di sejumlah gedung dan bangunan yang berada di kota tersebut.
US Geological Survey menyebutkan, gempat terjadi pukul 12.51 waktu setempat dengan kedalaman gempa hanya 4 km. Gempa itu berpusat di sekitar 10 km barat daya Christchurch. Pada September lalu, kota tersebut juga telah mengalami kerusakan hebat setelah diguncang gempa berkekuatan 7,1.
Selandia Baru adalah wilayah yang berada di antara Samudera Pasifik dan lempeng tektonik Indo-Australia, rata-rata lebih dari 14.000 gempa bumi setahun terjadi di sini, di mana sekitar 20 gempa yang biasanya besarnya di atas 5,0 SR. (ken/fay)











































