"(Pernyataan) itu bentuk lain dari upaya pembungkaman media oleh pemerintah," ujar Peneliti ICW, Febri Henry, kepada wartawan usai Deklarasi Aliansi Orangtua Murid Peduli Pendidikan di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (22/2/2011).
Febri mengatakan, kritik media saat ini masih dalam batas kritik yang produktif. Ia menyesalkan seruan dan tudingan Dipo terhadap media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Febri, media saat ini tidak hanya memberitakan kejelekan pemerintah saja. Berita-berita baik pun tetap menghiasi pemberitaan.
"Media selama ini tidak hanya memberitakan kejelekan pemerintah tapi juga ada berita-berita baik, misalnya di dunia pendidikan kemarin kita menang olimpiade juga diberitakan. Sesuai faktanya, kalau memang banyak jeleknya, memang faktanya seperti itu," jelas peneliti ICW yang fokus pada soal pendidikan ini.
Sebelumnya, Dipo menuding 3 media menyebar kebencian, seperti Metro TV, TV One dan harian Media Indonesia. Ia mengimbau masyarakat tidak menonton dan membaca berita dari 3 media itu.
"Jangan ditontonlah TV yang begitu mutunya," ucap Dipo.
(gun/nrl)










































