Para waria datang sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung diterima Ketua Satpol PP beserta jajarannya di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/2/2011).
Dari Forum Waria hadir Ketua Waria Mamie Yulie (49) asal Papua atau Yulianes Rettoblaut. Mamie Yulie datang bersama 4 anggotanya yaitu Seruni (23) asal Bekasi, Santi (28) asal Bandung, Kiki (16) asal Yogyakarta, dan Tania (38) asal Palembang. Mereka mengenakan blazer dan rata-rata berambut panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mamie Yulie mengatakan, forum yang sudah terbentuk sejak 2005 ini menaungi sekitar 7 juta waria di seluruh Indonesia. Di DKI Jakarta ada 4 ribu waria yang tergabung.
"Biasanya kita sering terjaring itu di Taman Lawang. Di daerah selatan ada juga di Setiabudi, Prapanca. Di Timur ada di Jatinegara," terang Mamie Yulie.
Setelah terjaring, para waria ini dibawa ke panti sosial yang ada di Kedoya dan Cipayung. Namun panti itu tidak cukup untuk menampung jumlah waria yang sering terjaring saat razia.
"Maka itu kita datang ke sini berharap ada jalan keluar. Seperti kita diberikan tempat untuk berkreasi dan juga membantu pemerintah dalam hal penyuluhan HIV/AIDS. Ini agar keahlian teman-teman diakomodir. Jadi kita tidak dianggap pekerja seks," jelasnya.
Mama Yulie menjelaskan, selama semingggu paling tidak ada 40-50 waria yang terjaring di seluruh DKI. Kebanyakan mereka terjaring karena tidak lengkapnya identitas.
"Maka itu kita juga ingin diberi kemudahan dalam mendapatkan kartu identitas penduduk. 60 Persen dari 4 ribu ini adalah kaum urban yang datang dari berbagai daerah," paparnya.
Dari pertemuan tersebut, Mamie Yulie bersama rekannya cukup paham dengan tugas Satpol PP. Namun Satpol PP dalam merazia harus memperhatikan kesopanan.
Kepala Satpol PP Effendy Anas cukup mengerti dengan keluhan Satpol PP. "Saya sadar waria jadi bagian penertiban Satpol PP. Itu memang yang tidak mereka sukai. Tapi kita akan coba perbaiki cara penertiban dengan baik," kata Effendy.
Terkait permintaan waria untuk mengakomodir keahlian mereka, Effendy akan mencarikannya. "Tapi ingat ya tempat interaksi, bukan prostitusi," pesan Effendy.
(nik/nrl)










































