"Kalau penjelasan tidak rasional, kita menolak," kata juru bicara Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat sebelum menghadiri sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011).
Menurut dia, perlu dijelaskan posisi panja dan pansus perpajakan yang dibentuk Komisi III dan Komisi XI DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin menyarankan agar sebaiknya tidak membuat usulan yang menjadi keputusan emosional.
"Harusnya rasional saja. Sama ketika kasus Century, di akhir pansus hasilnya Sri Mulyani. Tetapi ketika Sri Mulyani keluar, Century seolah-olah hanya menjadi retorika dan tidak serius," kata Martin.
Ia juga menepis tudingan Gerindra mendapat jatah menteri setelah menolak usulan hak angket mafia pajak ini. "Saya kira itu rumor yang naif. Ini semata-mata idealisme," ujarnya.
Partai yang memastikan diri menolak angket adalah PD, PAN, dan PKB. Sementara itu, PDIP, Golkar, PKS, dan Hanura, dipastikan akan mendorong angket mafia pajak sampai gol. Golkar dan PKS bahkan mengabaikan ancaman PD terkait evaluasi di internal koalisi. Oleh karena itu suara dari Gerindra dan PPP akan menentukan.
(aan/fay)










































