Pantauan detikcom, Selasa (22/2/2011), retakan terlihat di dinding flyover yang berdekatan dengan tiang penyangga. Retakan berbentuk zig-zag tersebut memanjang ke atas dan berada di kedua sisi.
Meski begitu, situasi lalu lintas masih terlihat normal. Para pengendara jalan yang melintas tidak terganggu dengan kerusakan tersebut. Aspal di jalan layang pun belum mengalami keretakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sama sekali nggak tahu ada itu (retakan)," ujar Tono, seorang tukang tambal ban di depan lokasi.
Hingga pukul 09.30 WIB situasi lalu lintas di lokasi terlihat masih lancar di kedua arah. Kendaraan didominasi oleh motor dan mobil pribadi.
Sementara Kepala Bidang Jembatan Dinas PU Pemprov DKI Jakarta, Novizal, menyatakan utilitas tersebut merupakan wilayah kerja Sekretariat Negara.Β "Seluruh fasilitas publik di bekas bandara Kemayoran masih berada di bawah tanggung jawab Setneg. Kami sifatnya hanya membantu apabila diminta," kata Novizal pada detikcom.
Pada 23 Oktober 2010 lalu, flyover ini juga sempat bermasalah. Jalan di lokasi tersebut merenggang 15 cm, namun akhirnya diperbaiki oleh Pemprov DKI dengan biaya Rp 30 juta.
(mad/nrl)











































