PPP: Komposisi Hak Angket Pajak Masih 50-50

PPP: Komposisi Hak Angket Pajak Masih 50-50

- detikNews
Selasa, 22 Feb 2011 08:21 WIB
Jakarta - Setelah melalui proses panjang dan penuh nuansa politik, hak angket pajak hari ini akan dibahas dan diputuskan di rapat paripurna DPR. Partai koalisi menyebutkan, genderang "perang" sudah ditabuh.

Rapat akan digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2011), pukul 10.00 WIB. Ketua DPR Marzuki Alie yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina PD, mengambil posisi sebagai pimpinan rapat.

Suasana politik menjelang paripurna memanas. Sejumlah partai yang awalnya mendorong angket mulai berubah haluan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saat ini partai yang memastikan diri menolak angket adalah PD, PAN, dan PKB. Tiga partai yang juga berada pada garis koalisi pada saat angket Century digulirkan di DPR.

Sementara itu di poros lain, PDIP, Golkar, PKS, dan Hanura, dipastikan akan mendorong angket mafia pajak sampai gol. Golkar dan PKS bahkan mengabaikan ancaman PD terkait evaluasi di internal koalisi.

Masalahnya ada dua partai yang tengah bimbang, PPP dan Gerindra. Gerindra sampai saat ini mengisyaratkan akan menolak angket. PPP akan menegaskan penolakan terhadap angket pagi ini.

Kedua partai ini seperti berebut menjadi posisiย  kunci dalam angket mafia pajak. Karena jika PPP masuk ke dalam tim penolak angket, jika dipaksakan voting, Gerindra lah kuncinya.

Tak banyak politisi Senayan yang mau memprediksi hasil paripurna siang ini. Mereka hanya berani di posisi tengah, menanti pertarungan sebenarnya mengulang paripurna penentuan angket Century, siang ini.

"Sampai hari ini masih Fifty-fifty," ujar Wasekjen PPP, M Romahurmuzy, memperkirakan hasil paripurna hari ini.

Sejumlah partai yang enggan konflik berkepanjangan bahkan menantang walkout di paripurna DPR. PKB tak mau konflik di paripurna berujung voting.

"Kita tidak mau terjebak politik transaksional. Kita bisa walkout kalau tidak diselesaikan secara mufakat," ujar Ketua DPP PKB, Marwan Jafar, kemarin.

(van/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads