Dukung SBY-Kalla
Yusril Dijatah Tentukan Kabinet
Selasa, 18 Mei 2004 16:45 WIB
Jakarta - Sudah jamak koalisi parpol disertai dengan bagi-bagi kekuasaan. Begitu pula dengan dukungan PBB kepada duet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Yusuf Kalla. Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengakui diberi wewenang untuk ikut menentukan kabinet SBY."Tentu ada kebersamaan. Kalau SBY terpilih kewenangan membentuk kabinet ada pada Presiden. Dalam membentuk kabinet SBY akan minta advice dari Jusuf Kalla dan saya. Juga minta advice untuk perumusan program dan langkah yang akan ditempuh kabinet," kata Yusril. Yusril menyampaikan hal itu saat ditanya wartawan mengenai imbalan yang diterimanya setelah PBB mendukung duet SBY-Kalla, usai rapat dengan Pansus RUU KKN, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5/2004).Apakah dijanjikan tetap menjadi Menkeh dan HAM? Yusril tak mau secara terus terang mengakuinya. "Tidak menyangkut soal pribadi. Siapapun yang masuk akan diputuskan," katanya.Pada kesempatan itu Yusril juga memastikan tidak akan mundur dari kabinet Megawati. Yusril menegaskan dirinya bukan capres, cawapres ataupun termasuk tim sukses ataupun tim kampanye sehingga tak perlu mundur. SBY-Kalla, katanya, juga meminta Yusril agar tidak mundur. "Saya menyadari betul saya masih harus menyelesaikan tugas-tugas saya di pemerintahan. SBY dan Kalla juga minta saya tetap di kabinet,"kata Yusril.
(iy/)











































