Dilansir reuters, Senin (22/2/2011), ada dua pilot berpangkat kolonel yang mengaku berangkat dari pangkalan dekat Tripoli. Salah satu dari mereka meminta suaka politik pada pemerintah Malta. Hingga saat ini, kedua pilot tersebut masih diperiksa kepolisian.
Dari informasi sementara, keduanya terbang ke Malta setelah diperintahkan untuk mengebom para demonstran anti-pemerintah di kota Benghazi, kota kedua terbesar di Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri luar negeri Prancis belum bisa dikonfirmasi perihal insiden ini.
Sementara aksi demonstrasi terus berlangsung di Libya. Berdasarkan catatan para aktivis HAM, ada ratusan orang tewas akibat kejadian ini. (mad/asp)











































