Mabes Polri Siapkan Kursus Anti Teror Internasional
Selasa, 18 Mei 2004 16:36 WIB
Semarang - Isu dan ancaman terorisme terus menjadi fokus kepolisian Indonesia. Saat ini, Mabes Polri telah menyiapkan kursus anti teror internasional yang dipusatkan di Akpol Semarang. Rencananya, 3 Juli mendatang kursus tersebut akan resmi dibuka.Kapolri Jendral Pol Da'i Bachtiar mengatakan pelaksanaan kursus tersebut mengacu dari Bali Meeting, Ministrial Meeting on Commiting of Trans-National Crime pada Februari lalu. Pertemuan tersebut diikuti oleh 24 negara Asia Pasifik dan merekomendasikan adanya kursus anti teror di Indonesia. "Peserta kursus nantinya adalah para perwira yang berasal 27 negara Asia Pasifik. Peserta dari Indonesia ada 7 orang, " kata Da'i kepada wartawan ketika meninjau pengerjaan proyek persiapan kursus di Akpol Semarang, Jl. S. Parman, Selasa (18/5/2004).Ketika ditanya mengapa Indonesia terpilih sebagai lokasi kursus, Da'i mengatakan Indonesia mempunyai dua pengalaman besar dalam menangani kasus terorisme, yakni Bom Bali dan Marriot. Pengalaman itulah yang membuat negara Asia Pasifik meminta Indonesia bersedia menjadi 'tuan rumah' kursus anti teror.Dalam kursus tersebut ada beberapa bidang kajian yang akan dijadikan fokus. Diantaranya, bidang analysis intelligence dan scientific crime investigation. Tak hanya soal materi kursus, Mabes Polri juga telah menyiapkan laboratorium forensik sebagai sarana pendukung kursus.Lebih lanjut Da'i menambahkan, apara perserta kursus diberi pelajaran soal ancaman bom, pembajakan di bus, kereta api, pesawat, dan di tempat-temapt lainnya. "Untuk itu, kita datangkan tenaga pengajar yang expert dari negara asing. Dari Indonesia, kita juga sudah siapkan," terang Da'i.Peresmian dimulainya kursus anti teror dilakukan pada 3 Juli mendatang sekaligus untuk memperingati Hari Bhayangkara. "Harusnya memang pada 1 Juli, tapi karena pada tanggal tersebut masih ada kampanye presiden, maka kami undur sampai 3 Juli. Presiden Megawati sendiri yang akan meresmikannya," demikian Da'i.Dalam kunjungannya ke Semarang, Da'i didampingi beberapa pejabat teras Mabes Polri. Mereka meninjau lokasi beberapa proyek yang berada dalam kompleks Akpol tersebut. Karena jarak antar lokasi proyek berjauhan, rombongan Mabes Polri menggunakan dua bus dan beberapa mobil golf milik Akpol.
(nrl/)











































