Komisi II DPR: Ada Kekuatan Bersenjata Bermain di Ambon

Komisi II DPR: Ada Kekuatan Bersenjata Bermain di Ambon

- detikNews
Selasa, 18 Mei 2004 15:59 WIB
Jakarta - Dugaan adanya kelompok angkatan bersenjata yang bermain dalam konflik di Ambon mengemuka dalam rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Mendagri sekaligus Menko Polkam ad interim Hari Sabarno. Hari menyatakan hal ini akan diselidiki oleh intelijen.Anggota Komisi II DPR RI Firman Djaya Daeli, dalam raker di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, menduga gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) hanya instrumen atau alat. "Jangan-jangan RMS itu jadi instrumen yang diperalat oleh kekuatan-kekuatan tanda kutip," katanya tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud.Kekuatan yang dimaksud diperjelas oleh anggota Komisi II J.E. Sahetapy. "Menurut saya konflik di Ambon itu merupakan suatu rekayasa dari angkatan bersenjata," kata kolega Firman di Fraksi PDIP ini.Sahetapy lalu menunjuk fakta dicopotnya Kapolda Maluku pasca kerusuhan RMS lalu, sementara Pangdam XVI/Pattimura tidak. "Kalau Kapolda di sana sudah ditindak, kenapa pangdam tidak ditindak. Saya rasa RMS ini semua orang sudah tahu, tapi takut berbicara. Aktor intelektual tampaknya sudah bermain," katanya.Hari Sabarno, dalam tanggapannya, menyatakan telah meminta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk turun ke Maluku. "Depdagri sedang meminta intelijen BIN untuk turun ke daerah. Untuk memetakan penyebab kejadian apakah benar-benar apa yang dikatakan Pak Sahetapy terjadi. Apakah benar-benar RMS, atau RMS pura-pura." Tapi, menurut Hari, upaya memetakan penyebab kejadian di Maluku membutuhkan waktu. "Untuk memetakan suatu penyebab kejadian tidak bisa tiga-lima hari terus ambil kesimpulan. Jadi memang harus berhari-hari," demikian Hari Sabarno. (gtp/)


Berita Terkait