Data tersebut disampaikan Ketua KPAD Kabupaten Buleleng Made Arga Pynatih di kantornya, Buleleng, Bali, Senin (21/2/2011).
Berdasarkan data pada KPAD Buleleng, penyebaran virus HIV di Kabupaten Buleleng, 89 persen disebabkan kontak seksual atau berganti-ganti pasangan hubungan seksual. Berdasarkan pekerjaannya, penderita sebanyak 15 persen menimpa ibu rumah tangga, sebanyak 30 persen merupakan pelajar dan mahasiswa serta 5 persen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sisanya para pekerja wiraswasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu upaya pendampingan dilakukan sejumlah sukarelawan untuk memberikan pengawasan maupun membantu korban itu sendiri, sehingga penyebaran virus yang mematikan itu tidak berlanjut," katanya.
Arga yang juga Wakil Bupati Buleleng melihat fenomena terjadi di Buleleng, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Untuk itu, upaya pencegahan akan terus dilakukan termasuk juga melibatkan anak-anak pelajar agar mampu melakukan antisipasi dini serta mengetahui bahaya HIV AIDS. (gds/fay)











































