Ferry Merasa Tenang & Bahagia Menjelang Pembebasannya
Selasa, 18 Mei 2004 15:08 WIB
Medan - Ferry Santoro sudah bebas dari penyanderaan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kameramen RCTI ini pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses pembebasannya."Ya, ini perjuangan yang berat. Saya terutama berterimakasih pada panglima (Panglima Darurat Militer Daerah/PDMD), Pak Endang Suwarya. Kepada teman-teman dari AJI, palang merah, dan semua pihak yang membantu," kata Ferry."Ini perjuangan yang berat. Namun alhamdullilah semua berakhir dengan baik. Dan menjelang pembebasan saya merasa tenang dan bahagia," lanjut Ferry.Ferry, yang ditemui wartawan di Hotel Asian, Jl. Adam Malik, Medan, Selasa (18/5/2004) sekitar pukul 14.40 WIB, mengaku tidak dendam kepada GAM yang menyanderanya hampir selama setahun. "Tidak, tidak," tegasnya menjawab pertanyaan wartawan.Menyatakan apa yang dialaminya sebagai perjuangan yang berat, dan bersyukur bisa bebas, itu lah yang diulang-ulang Ferry saat ditanya wartawan. Selanjutnya ia lebih banyak diam. Yang lebih banyak memberi keterangan adalah Wapemred RCTI Imam Wahyudi dan pengacara Alamsyah Hamdani.Saat berita ini dilaporkan, pukul 14.50 WIB, Ferry sudah meninggalkan Hotel Asian. Ia dan rombongan kini dalam perjalanan menuju Bandara Polonia, Medan. Ferry akan terbang ke Jakarta dengan pesawat Garuda pukul 15.40 WIB. Jadwal ini dimajukan setelah sebelumnya dijadwalkan pukul 18.10 WIB dari Medan. Selamat pulang ke keluarga, Fer!
(gtp/)











































