Prancis Serukan Warganya Tinggalkan Libya

Prancis Serukan Warganya Tinggalkan Libya

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 17:20 WIB
Prancis Serukan Warganya Tinggalkan Libya
Tripoli - Situasi di Libya kian memanas. Karenanya pemerintah Prancis menyerukan warga negaranya yang berada di Libya untuk meninggalkan negeri itu.

Saat ini aksi demo antipemerintah telah menyebar ke Tripoli, ibukota Libya. Melihat kondisi ini, otoritas Prancis memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah yang dikelola Prancis di negeri itu.

Hal itu disampaikan Menteri Urusan Eropa Laurent Wauquiez seperti diberitakan kantor berita Reuters, Senin (21/2/2011).

"Kami tengah mencoba mengorganisir semuanya supaya sekolah-sekolah Prancis ditutup sekarang dan kami mengimbau warga negara Prancis dan keluarga-keluarga di Tripoli dan Libya pada umumnya untuk pulang ke Prancis," ujar Wauquiez di radio Europe 1.

Sekitar 750 warga Prancis tinggal di Libya. "Untuk saat ini tak ada ancaman langsung (bagi mereka)," ujar Wauquiez.

Dikatakan Wauquiez, sekitar 30 warga negara Prancis telah dibawa keluar dari Kota Benghazi, yang telah dilanda aksi demo sejak pekan lalu. Mereka telah diterbangkan ke Tripoli untuk menunggu langkah selanjutnya.

Kabar terbaru, para demonstran antipemerintah menyerbu dan membakar kantor pusat stasiun TV pemerintah di Tripoli. Juga dilaporkan para penembak jitu melepaskan tembakan ke para demonstran yang menuntut mundurnya pemimpin Libya Muammar Khadafi.

Pemerintahan Khadafi telah menegaskan akan memberikan perlawanan keras atas setiap upaya untuk menjatuhkan pemerintah. Khadafi telah berkuasa selama 40 tahun. (ita/nrl)


Berita Terkait