Kerisauan Soal Politisasi Kampus Jadi Bahan Diskusi Para Rektor

Kerisauan Soal Politisasi Kampus Jadi Bahan Diskusi Para Rektor

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 17:10 WIB
Makassar - Hak suara 35 persen untuk Mendiknas dalam pemilihan rektor, menimbulkan kekhawatiran adanya politisasi kampus. Meskipun belum ada pernyataan langsung dari Majelis Rektor, namun kekhawatiran itu sudah muncul dalam dialog di antara para rektor.

"Pemikiran ini muncul pada dialog, bukan merupakan pernyataan Majelis Rektor," kata Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Prof DR Idrus Paturusi, kepada detikcom, Senin (21/2/2011).

Menurut Idrus, yang dirisaukan beberapa rektor, dan muncul dalam pertemuan dengan Ditjen Dikti adalah soal Mendiknas yang merupakan jabatan politik. "Andaikan nanti jabatan ini dipegang oleh orang-orang politik, maka aturan itu bisa sebagai pintu masuk politisasi di kampus," jelas Idrus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Idrus, pihak kampus tetap ingin memiliki hubungan baik dengan pemerintah. Masih banyak rektor yang menginginkan SK pengangkatan mereka tetap ditandatangani oleh presiden.

"Sebagai kebanggaan dan supaya hubungan kampus dan presiden tetap terjalin," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan tersebut berawal dari adanya sejumlah guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang mengeluhkan adanya intervensi Mendiknas Mohammad Nuh dalam pemilihan rektor ITS dalam bentuk Permendiknas No 24 Tahun 2010.

Proses pemilihan rektor itu berlangsung sejak Juni 2010. Namun ketika proses finalisasi, pada 4 Oktober 2010, tiba-tiba Permendiknas itu keluar dan mengubah semua proses pemilihan yang sudah berlangsung.

Permendiknas ini mengatur mengenai Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor pada Perguruan Tinggi. Pasal 6 aturan ini menjelaskan kewenangan Menteri yang memiliki 35 persen hak suara dari total pemilih. Sisanya diberikan kepada senat. Aturan ini disahkan sendiri oleh M Nuh pada tanggal 4 Oktober 2010

Dalam proses pemilihan yang dilakukan senat ITS, rektor incumbent Prof Ir Priyo Suprobo unggul dengan perolehan 60 suara. Sementara dua kandidat lainnya, Prof DR Triyogi Yuwono mendapat 39 suara. Dan Prof Daniel M Rosyid hanya 3 suara. Dengan keluarnya Permendiknas, Mendiknas M Nuh, justru menetapkan Prof DR Triyogi Yuwono sebagai rektor ITS periode 2011-2015.

(fay/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini