"Indonesia meminta kami memverifikasi fakta-fakta yang tepat," kata jubir Kemlu Korsel, Cho Byung-jae, dalam briefing reguler, sebagaimana dilansir Yonhap News Agency, Senin (21/2/2011).
"Kami sedang memverifikasi fakta-fakta, dan kami setuju menginformasikannya sesegera mungkin," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan verifikasi itu muncul setelah harian lokal Korsel memberitakan, tiga orang yang membobol ruangan delegasi Indonesia di Hotel Lotte pada 16 Februari lalu adalah anggota Badan Intelijen Nasional (National Intelligence Service/NIS) Korsel.
Sementara pejabat di Jakarta beramai-ramai menegaskan bahwa tidak ada data militer penting yang hilang sebab delegasi tidak membawa data penting. Menurut versi Kemhan RI, yang terjadi adalah tamu hotel salah masuk kamar, lalu mengambil laptop. Laptop itu sudah dikembalikan ke pemiliknya yaitu staf Kementerian Perindustrian. Masalah sudah beres.
Sayangnya, tidak ada satu pun pejabat yang bisa menjawab soal laporan media Korsel tentang masuknya 3 orang ke kamar hotel itu, yang kabur begitu delegasi Indonesia masuk tiba-tiba. Versi inilah yang dipegang polisi Seoul. (nrl/vit)










































