Kebakaran di Samarinda, 2 Balita Kembar Tewas Berpelukan

Kebakaran di Samarinda, 2 Balita Kembar Tewas Berpelukan

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 15:27 WIB
Samarinda - Dua rumah bangsal di Samarinda Ilir, Samarinda, hangus terbakar. Dua balita kembar, Steven (3) dan Kevin (3) tewas akibat terjebak kobaran api. Mereka ditemukan dalam kondisi berpelukan.

Tragedi ini terjadi di Jl Rumbia RT 20 Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (21/2/2011). Informasi dihimpun detikcom di lokasi, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.

Kedua balita kembar itu baru diketahui ikut tewas terpanggang setelah sang ibu, Fitri Hartati (35), berteriak mencari anaknya yang berada di dalam rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak saya mana. Anak saya mana?" kata Fitri di lokasi dan langsung jatuh pingsan.

Api berhasil dipadamkan pukul 12.00 Wita. Pemadam kebakaran pun segera mencari korban di tengah puing-puing. Benar saja, mereka menemukan jenazah dua boca kecil itu dan langsung dievakuasi dengan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda.

"Jenazah seperti terlihat sedang berpelukan. Nyaris menyisakan tulang saja dan wajah tidak berbentuk," kata seorang warga, Idrus, di lokasi.

Ambulans PMI membawa jenazah keduanya ke Instalasi Jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie, Jl Palang Merah, Samarinda. Sesaat kemudian, sang ibu Fitri Hartati pun mendatangi ruangan tersebut. Tidak kuasa menahan kesedihan yang mendalam, Fitri kembali jatuh pingsan. Fitri baru mau bercerita setelah sadar.

"Waktu kebakaran, saya kerja. Saya lagi di Jl Ir Juanda," kata Fitri, yang berprofesi sebagai tukang lulur itu.

Fitri yang kini menjadi tulang punggung ekonomi setelah bercerai dari suaminya, Yacobus (40) mengatakan, dua dari keempat anaknya, Steven dan Kevin, memang ditinggal dan berada di dalam rumah. Anak tertua Opi (13) dan anak keduanya, Erick (7), sedang bersekolah.

"Saya sempat kira tiga anak saya (Erick, Steven dan Kevin) ikut terbakar di dalam. Ternyata Erick juga sudah turun sekolah," ujar Fitri.

Fitri memastikan, saat ditinggalkannya bekerja, rumah tersebut tidak dikunci. Fitri pun menyangkal kabar beredar dia telah mengunci rumahnya.

"Saya tidak mengunci rumah. Cuma saya sempat membawa korek gas karena anak saya memang senang main-main api di dalam rumah," sebut Fitri.

Mantan suami Fitri, Yacobus, juga terlihat mendatangi ruang instalasi jenazah. Yacobus tidak sanggup melihat jenazah kedua anaknya dan hanya bisa memeluk mantan istrinya itu tanpa kata-kata sambil meninggalkan ruangan instalasi jenazah.

Sebelum dibawa ke Taman Makam Kristiani, jenazah Steven dan Kevin menjalani proses autopsi oleh petugas forensik RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Petugas kepolisian belum memastikan penyebab kebakaran yang menimbulkan korban jiwa itu. Petugas Polsekta Samarinda Ilir dan Polresta Samarinda masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
(fay/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads