Kemenhan: Laptop Delegasi RI Tertukar dengan Negara Lain di Korsel

Kemenhan: Laptop Delegasi RI Tertukar dengan Negara Lain di Korsel

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 15:15 WIB
Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menepis kabar yang beredar bahwa ada data militer yang dicuri di Korea Selatan. Kemenhan menegaskan, yang terjadi sebenarnya adalah tertukarnya laptop delegasi RI dengan negara lain.

"Laptop tersebut telah tertukar dengan delegasi dari negara lain yang salah kamar, sehingga mengambil laptop yang dilaporkan hilang," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan Brigjen TNI I Wayan Midhio dalam siaran pers berjudul "Pelurusan Berita", Senin (21/2/2011).

Wayan menjelaskan, pemberitaan mengenai data militer yang hilang perlu diluruskan. Agar masyarakat mendapatkan informasi yang penting dan tidak menimbulkan rumor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi yang benar, adalah adanya laporan kehilangan sebuah komputer jinjing atau laptop kepada resepsionis Hotel Lotte, tempat di mana utusan khusus Presiden RI pimpinan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menginap. Laptop yang hilang telah dikembalikan," ungkapnya.

Laptop tersebut tidak berisi data militer Indonesia, termasuk data spesifikasi pesawat T-50 dan rencana pembelian beberapa persenjataan dari Korea Selatan. Walaupun pemberitaan Korean Time yang terbit tanggal 18 Februari 2011 memberitakan kemungkinan adanya informasi pertahanan yang dicuri dari laptop tersebut dengan cara men-download, tetapi hanya menjelaskan kemungkinan adanya informasi militer.

"Dapat dipastikan bahwa laptop tersebut sama sekali tidak berisi data militer seperti yang diberitakan Korean Time," ujar Midhio.

Penjelasan ini sedikit berbeda dengan versi-versi sebelumnya. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, laptop sempat hilang karena ada tamu yang salah kamar.

 "Nggak betul ada pencurian. Bukan data rahasia. Itu ada staf Pak Menteri Perindustrian MS Hidayat punya kamar di 2061. Ada orang yang salah masuk ke kamar staf tersebut, sebenarnya 1961," kata Hatta di sela-sela rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (21/2/2011).

Sedangkan versi polisi Seoul berdasar laporan pelapor, 3 orang tiba-tiba kabur saat delegasi Indonesia masuk kamarnya. Mereka membawa satu dari dua laptop. Laptop itu lalu ditinggal di lorong hotel. Laptop itu kemudian diserahkan ke polisi oleh staf hotel yang menemukan. Esok harinya, delegasi Indonesia meminta laptop itu kembali agar tidak ada yang mengambil data di laptop itu. (ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini