Protes Sampah, Warga Yogya Kirim Tumpeng Sampah ke Balaikota

Protes Sampah, Warga Yogya Kirim Tumpeng Sampah ke Balaikota

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 13:11 WIB
Protes Sampah, Warga Yogya Kirim Tumpeng Sampah ke Balaikota
Yogyakarta - Puluhan warga Yogyakarta kecewa dengan buruknya penanganan sampah oleh pemerintah setempat. Mereka pun mengirim tumpeng sampah setinggi 2 meter ke Balaikota Yogyakarta sebagai bentuk protes.

Aksi bertajuk 'Gerebek Sampah' ini dilakukan massa dari Masyarakat Korban Sampah (Markosam) Yogyakarta. Mereka mendesak pemerintah kabupaten/kota dan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk serius menangani masalah sampah yang semakin hari bertambah banyak.

Pantauan detikcom, aksi pada Senin (21/2/2011) dimulai dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta. Sebelumnya memulai aksi, massa melakukan acara tabur bunga di pusara makam Jenderal Sudirman. Massa kemudian melanjutkan aksi longmarch menuju ke Balaikota Yogyakarta di Timoho yang berjarak sekitar 1,5 km dengan dikawal aparat kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat melakukan aksi, massa membawa sebuah tumpeng dan gunungan sampah plastik dari berbagai kemasan produk makanan instan dan produk pencuci pakaian. Tumpeng sampah ini tingginya 2 meter dengan diameter alasnya sekitar 2,5 meter. Sampah-sampah ini direkatkan dengan kawat dan tali agar bisa berdiri tegak.

Tampak 4 orang membopong gunungan sampah ini. Unjuk rasa juga dimeriahkan dengan aksi teatrikal oleh seniman pantomim, Jemek Supardi.

Peserta aksi juga mengusung berbagai poster diantaranya bertuliskan 'Jangan Nodai Bumi Kita Dengan Sampah, Awas Banjir Sampah 2012, Kiamat Sampah Sudah Dekat, Tuntut Kebijakan Pengurangan Sampah, Jogjaku Resik Rakyat'e Becik' dan lain-lain.

Koordinator aksi Agus Hartono saat berorasi di halaman kantor Walikota Yogyakarta mengatakan persoalan sampah belum dikelola dengan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sementara itu produsen atau pengusaha juga belum memikirkan masalah sampah.

"Mereka hanya menjual isinya tanpa peduli dengan sampah yang mengunung. Kami menuntut semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat dan pengusaha untuk memikirkan bersama masalah sampah, bila tidak Yogya akan terjadi ledakan sampah," katanya.

Dia mengatakan sampai saat ini baik pemerintah provinsi DIY dan seluruh pemerintah kabupaten/kota se DIY juga belum serius menangani permasalahan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Piyungan saat ini sudah tidak mampu lagi menampung sampah dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul.

"Setiap hari ada sekitar 40 ribu meter kubik sampah masuk di TPA. Penduduk sekitar juga menolak bila ada perluasan TPA karena terjadi polusi udara akibat sampah. Kami khawatirkan bila semua sampah masuk ke TPA Piyungan akan terjadi longsor gunungan sampah seperti yang terjadi di Jawa Barat lalu," katanya.

Usai berorasi dan membacakan pernyataan sikap, massa kemudian menyerahkan gunungan sampah kepada petugas pasukan kebersihan Kota Yogyakarta. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.
(bgs/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini