Tolak Digusur, Ratusan Warga Kolong Rel Geruduk Kemenhub

Tolak Digusur, Ratusan Warga Kolong Rel Geruduk Kemenhub

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 12:20 WIB
Jakarta - Lantaran menolak digusur dari tempat huniannya, sedikitnya 300 warga kolong rel kereta api menggeruduk kantor Kementerian Perhubungan. Mereka meminta penundaan penggusuran hingga usai lebaran untuk menyiapkan pindah rumah.

"Kami bukannya tidak mau pindah. Kami cuma minta waktu sampai lebaran. Ini untuk menyiapkan pindah rumah. Anak-anak sekolah juga perlu waktu," kata seorang warga, Sudirman, di sela-sela aksi di Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2011).

Rencananya, Dirjen Perkeretaapian akan menggusur warga di sepanjang jalan layang kereta api yang melintas antara stasiun Mangga Dua hingga stasiun Jayakarta. Warga mengaku telah menempati kolong rel sejak puluhan tahun lalu dan telah membuat rumah permanen, usaha atau tempat berjualan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada biaya ganti rugi. Kami nggak mempermasalahkan. Tetapi waktunya diundur. Kalau bisa juga ada tiket kereta Tegal Arum untuk pulang kampung," tandas pendemo yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Jalan Layang ini.

Dalam aksinya, para pendemo menggelar berbagai poster tuntutan dan spanduk. Beberapa poster berbunyi 'Kami Biasa Melarat, Tapi Jangan Disuruh Minggat', 'Jangan Gusur Kami'. Tuntutan itu saling beradu dengan suara pendemo melalui pengeras suara.

"Jangan beraninya sama orang miskin," ucap pendemo yang lain, Soleh.

Hingga pukul 11.40 WIB aksi masih terus berlangsung. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak kepolisian karena demo berjalan tertib. Arus lalus-lintas juga terlihat lancar lantaran massa aksi tertib berunjuk rasa di trotoar.

(Ari/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini