"Kami bukannya tidak mau pindah. Kami cuma minta waktu sampai lebaran. Ini untuk menyiapkan pindah rumah. Anak-anak sekolah juga perlu waktu," kata seorang warga, Sudirman, di sela-sela aksi di Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/2/2011).
Rencananya, Dirjen Perkeretaapian akan menggusur warga di sepanjang jalan layang kereta api yang melintas antara stasiun Mangga Dua hingga stasiun Jayakarta. Warga mengaku telah menempati kolong rel sejak puluhan tahun lalu dan telah membuat rumah permanen, usaha atau tempat berjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksinya, para pendemo menggelar berbagai poster tuntutan dan spanduk. Beberapa poster berbunyi 'Kami Biasa Melarat, Tapi Jangan Disuruh Minggat', 'Jangan Gusur Kami'. Tuntutan itu saling beradu dengan suara pendemo melalui pengeras suara.
"Jangan beraninya sama orang miskin," ucap pendemo yang lain, Soleh.
Hingga pukul 11.40 WIB aksi masih terus berlangsung. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak kepolisian karena demo berjalan tertib. Arus lalus-lintas juga terlihat lancar lantaran massa aksi tertib berunjuk rasa di trotoar.
(Ari/irw)










































