Menurut harian JongAang Daily edisi Senin (22/2/2011), kamar itu berkelas deluxe dan terletak di sayap baru hotel. Tarif kamar itu berkisar 350 dolar semalam. Pejabat tinggi biasanya tidak menetap di kamar itu.
Informasi dari Jakarta mengungkapkan, kamar itu dihuni oleh staf dari salah satu kementerian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rombongan juga membicarakan rencana Korsel untuk menjual pesawat jet supersonic latih T-50 Golden kepada Indonesia.
Rombongan sempat bertemu degan Presiden Lee sebelum pulang ke Jakarta. Menurut JongAang Daily, beberapa orang terpaksa pulang esok harinya karena insiden pembobolan di kamar hotel.
Hingga kini pemerintah Indonesia belum merespons kasus itu ke pemerintah Korsel, misalnya dengan meminta kerjasama penyelidikan atau konfirmasi. Menko Polhukam Djoko Suyanto memastikan tidak ada data penting yang dibawa rombongan ke Seoul.
Polisi Seoul sedang menyelidiki apakah pelaku yang menyusup ke kamar itu adalah agen intelijen ataukah pencuri biasa saja.
(nrl/vit)










































