Hillary Clinton Ingatkan Bahrain Untuk Lakukan Reformasi

Hillary Clinton Ingatkan Bahrain Untuk Lakukan Reformasi

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 11:48 WIB
Hillary Clinton Ingatkan Bahrain Untuk Lakukan Reformasi
Washington - Kekerasan yang dilakukan aparat Bahrain terhadap para demonstran terus mendapat perhatian pemerintah Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, Bahrain harus menghentikan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah.

Hillary juga mendesak pemerintah Bahrain untuk melakukan reformasi segera. Dalam wawancara di stasiun televisi ABC, istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu menegaskan, kekerasan terhadap demonstran benar-benar tak bisa diterima.

"Kami sangat ingin melihat hak-hak asasi rakyat dilindungi, termasuk hak untuk berkumpul, hak untuk mengekspresikan diri mereka, dan kami ingin melihat reformasi," kata mantan ibu negara AS itu seperti dilansir News.com.au, Senin (21/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya apakah AS akan menggunakan standar yang sama pada Bahrain seperti dilakukan terhadap Mesir selama 18 hari aksi demo di negeri itu, Hillary menjawab: "Kami mencoba memakai standar yang sama untuk semua orang."

Ditegaskan Hillary, pemerintah AS tak bisa mendikte apa yang dilakukan negara-negara lain. Namun AS bisa menyampaikan opininya seperti yang dilakukan Gedung Putih ketika mengecam kekerasan di Mesir dan menyerukan transisi dari rezim presiden terguling Hosni Mubarak.

"Mengenai Bahrain, seiring dengan mereka melangkah menuju reformasi yang lebih luas, yang telah terus-menerus kami dorong, sarankan dan imbau, kami akan mendukung itu dan kami akan angkat bicara ketika kami melihat mereka melanggar HAM dan menggunakan kekerasan dengan tidak semestinya," tandas Hillary.

Pertumpahan darah terjadi di Bahrain beberapa hari lalu ketika pasukan pemerintah menggempur lapangan Pearl Square di Manama, ibukota Bahrain untuk mengusir para demonstran. Empat orang tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka akibat kekerasan aparat Bahrain tersebut.
(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads