Wiranto: Ada Pejabat Negara yang Ingin Jegal Saya di Pilpres
Selasa, 18 Mei 2004 12:39 WIB
Jakarta -
Tidak hanya Gus Dur yang berteka-teki. Capres Partai Golkar, Jenderal (Pur) Wiranto juga dapat melakukan hal yang sama. Menurutnya, ada pejabat negara yang ingin mengganjal langkahnya di pemilihan presiden mendatang. Siapa?Namanya juga teka-teki, soal siapa pejabat negara yang dimaksud, Wiranto tidak mau menyebut nama. Persis seperti Gus Dur, Wiranto hanya menyebutkan aktivitas pejabat yang berniat menjegalnya itu."Ada tokoh lawan politik kita (Partai Golkar) yang mengadakan rapat di rumahnya. Rapat itu membahas pelaksanaan demonstrasi-demonstrasi yang melibatkan mahasiswa. Dan parahnya, itu dilakukan di rumah dinasnya," kata Wiranto.Ungkapan hati Wiranto ini disampaikan saat menyampaikan pidato pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) IV di Jakarta Convention Centre, Rabu (18/5/2004).Ditambahkan Wiranto, lawan-lawan politik Partai Golkar juga kerap menyebarkan isu-isu yang tidak benar mengenai dirinya. Semuanya, sambung Wiranto, memiliki tujuan agar dirinya kalah dalam pilpres."Misalnya isu pemalsuan uang, kasus pembobolan BNI, dan pelanggran HAM di Timtim. Itu semua tidak benar," tegas Wiranto.Usai pidato, kepada wartawan Wiranto mengatakan, dirinya sangat menyayangkan sikap-sikap lawan politiknya itu. Wiranto menilai, jika ini terus berlanjut, kampanye capres akan diwarnai saling menyerang."Harusnya dalam melaksanakan kampanye jangan sampai mengarah pada penyerangan ke tokoh-tokoh lain. Jika demikian, kampanye akan diwarnai saling menyerang bukannya saling menampilkan nilai dari tokoh-tokoh yang bersangkutan," tutur Wiranto.Sinyalemen serupa juga pernah dilemparkan oleh Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gus Dur beberapa waktu lalu. Dikatakan Gus Dur, ada dua pejabat negara yang mencoba mempengaruhi KPU. Hal ini terkait tidak terpenuhinya syarat kesehatan yang diatur KPU oleh Gus Dur.Siapa pejabat yang dimaksud, Gus Dur juga enggan menyebut nama. Mantan Ketua Umum PBNU ini hanya mengatakan, keduanya (saat itu) tengah berada di luar negeri.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































